Pertama tama saya akan membahas masalah Critical Section , Salah satunya yaitu RACE CONDITION
Race
Condition
adalah situasi di mana beberapa proses mengakses dan memanipulasi data bersama
pada saat besamaan. Nilai akhir dari data bersama tersebut tergantung pada
proses yang terakhir selesai. Untuk mencegah race condition, proses-proses yang berjalan besamaan harus di
disinkronisasi.
Dalam beberapa sistem
operasi, proses-proses yang berjalan bersamaan mungkin untuk membagi beberapa
penyimpanan umum, masing-masing dapat melakukan proses baca (read) dan proses tulis (write). Penyimpanan bersama (shared storage) mungkin berada di memori
utama atau berupa sebuah berkas bersama, lokasi dari memori bersama tidak
merubah kealamian dari komunikasi atau masalah yang muncul. Untuk mengetahui
bagaimana komunikasi antar proses bekerja, mari kita simak sebuah contoh
sederhana, sebuah print spooler. Ketika sebuah proses ingin mencetak sebuah
berkas, proses tersebut memasukkan nama berkas ke dalam sebuah spooler
direktori yang khusus. Proses yang lain, printer daemon, secara periodik
memeriksa untuk mengetahui jika ada banyak berkas yang akan dicetak, dan jika
ada berkas yang sudah dicetak dihilangkan nama berkasnya dari direktori.
Kunci
untuk mencegah masalah ini dan di situasi yang lain yang melibatkan shared
memori, shared berkas, and shared sumber daya yang lain adalah menemukan
beberapa jalan untuk mencegah lebih dari satu proses untuk melakukan proses
writing dan reading kepada shared data pada saat yang sama. Dengan kata lain
kita memutuhkan mutual exclusion,
sebuah jalan yang menjamin jika sebuah proses sedang menggunakan shared berkas,
proses lain dikeluarkan dari pekerjaan yang sama. Kesulitan yang terjadi karena
proses 2 mulai menggunakan variabel bersama sebelum proses 1 menyelesaikan
tugasnya.
Selanjutnya akan dibahas oleh Dino Damara dengan link
OSI LAYER
OSI Layer merupakan model kerangka kerja yang diterima secara global bagi pengembangan standar yang lengkap dan terbuka. Model OSI membantu menciptakan standar terbuka antar system untuk saling berhubungan dan saling berkomunikasi terutama dalam bidang teknologi informasi.
Model referensi OSI Layer dibagi ke dalam 7 lapisan dimana masing-masing lapisan memiliki fungsi jaringan yang spesifik.
7 Lapisan itu meliputi :
7. Application adalah Layer paling tinggi dari model OSI, seluruh layer dibawahnya bekerja untuk layer ini, tugas dari application layer adalah Berfungsi sebagai antarmuka dengan aplikasi dengan fungsionalitas jaringan.
6. Presentation berfungsi untuk mentranslasikan data yang hendak ditransmisikan oleh aplikasi ke dalam format yang dapat ditransmisikan melalui jaringan.
5. Session Berfungsi untuk mendefinisikan bagaimana koneksi dapat dibuat, dipelihara, atau dihancurkan. Selain itu, di level ini juga dilakukan resolusi nama.
4. Transport Berfungsi untuk memecah data ke dalam paket-paket data serta memberikan nomor urut ke paket-paket tersebut sehingga dapat disusun kembali pada sisi tujuan setelah diterima.
3. Network Berfungsi untuk mendefinisikan alamat-alamat IP, membuat header untuk paket-paket, dan kemudian melakukan routing melalui internetworking dengan menggunakan router dan switch layer3.
2. Data Link Befungsi untuk menentukan bagaimana bit-bit data dikelompokkan menjadi format yang disebut sebagai frame. Selain itu, pada level ini terjadi koreksi kesalahan, flow control, pengalamatan perangkat keras seperti halnya Media Access Control Address (MAC Address), dan menetukan bagaimana perangkat-perangkat jaringan seperti hub, bridge, repeater, dan switch layer2 beroperasi.
1. Physical adalah Layer paling bawah dalam model OSI, berfungsi untuk mendefinisikan media transmisi jaringan, metode pensinyalan, sinkronisasi bit, arsitektur jaringan (seperti halnya Ethernet atau Token Ring), topologi jaringan dan pengabelan.
Tujuan OSI Layer:
1. Koordinasi berbagai kegiatan.
2. Penyimpanan data.
3 Antar layer berlainan terdapat interface, layer yang sama terdapat protokol.
4. layer pertama adalah interface antara terminal dan jaringan yang dipakai bersama, 4 layer selanjutnya adalah hubungan antara software.
5.Keandalan dan keamanan sistem pendukung perangkat lunak.
6.Manajemen sumber dan proses.
TCP IP
TCP/IP adalah salah satu jenis protokol* yg memungkinkan kumpulan komputer untuk berkomunikasi dan bertukar data didalam suatu network (jaringan). Merupakan himpunan aturan yg memungkinkan komputer untuk berhubungan antara satu dengan yg lain, biasanya berupa bentuk / waktu / barisan / pemeriksaan error saat transmisi data.
Berikut ini adalah layanan “tradisional” yg dilakukan TCP/IP :
a. Pengiriman file (file transfer). File Transfer Protokol (FTP) memungkinkan pengguna komputer yg satu untuk dapat mengirim ataupun menerima file ke komputer jaringan. Karena masalah keamanan data, maka FTP seringkali memerlukan nama pengguna (user name) dan password, meskipun banyak juga FTP yg dapat diakses melalui anonymous, alias tidak berpassword. (lihat RFC 959 untuk spesifikasi FTP)
b. Remote login. Network terminal Protokol (telnet) memungkinkan pengguna komputer dapat melakukan log in ke dalam suatu komputer didalam suatu jaringan. Jadi hal ini berarti bahwa pengguna menggunakan komputernya sebagai perpanjangan tangan dari komputer jaringan tersebut.( lihat RFC 854 dan 855 untuk spesifikasi telnet lebih lanjut)
c. Computer mail. Digunakan untuk menerapkan sistem elektronik mail. (lihat RFC 821 dan 822)
d. Network File System (NFS). Pelayanan akses file-file jarak jauh yg memungkinkan klien- klien untuk mengakses file-file pada komputer jaringan jarak jauh walaupun file tersebut disimpan secara lokal. (lihat RFC 1001 dan 1002 untuk keterangan lebih lanjut)
e. remote execution. Memungkinkan pengguna komputer untuk menjalankan suatu program didalam komputer yg berbeda. Biasanya berguna jikapengguna menggunakan komputer yg terbatas, sedangkan ia memerlukan sumber yg banyak dalam suatu system komputer. Ada beberapa jenis remote execution, ada yg berupa perintah-perintah dasar saja, yaitu yg dapat dijalankan dalam system komputer yg sama dan ada pula yg menggunakan “prosedure remote call system”, yg memungkinkan program untuk memanggil subroutine yg akan dijalankan di system komputer yg berbeda. (sebagai contoh dalam Berkeley UNIX ada perintah “rsh” dan “rexec”)
f. name servers. Nama database alamat yg digunakan pada internet (lihat RFC 822 dan 823 yg menjelaskan mengenai penggunaan protokol name server yg bertujuan untuk menentukan nama host di internet.) RFC (Request For Comments) adalah merupakan standar yg digunakan dalam internet, meskipun ada juga isinya yg merupakan bahan diskusi ataupun omong kosong belaka. Diterbitkan oleh IAB (Internet Activities Board) yg merupakan komite independen para peneliti dan profesional yg mengerti teknis, kondisi dan evolusi sistem internet.
Command Interpreter
Command Interpreter tidak sama dengan Shell, Shell merupakan sebuah program penerjemah perintah yang memberikan jembatan bagi user, sedangkan Command Interpreter lebih ke mengekseskusi perintah-perintah yang dibuat oleh user, agar dapat dijalankan oleh sistem.
Tujuan Command Interpreter :
Tujuan dari command interpreter adalah agar pengguna dapat membuat permintaan tanpa menulis program. Biasanya command interpreter terpisah dengan kernel karena konsep mesin virtual menyediakan proteksi yang lengkap untuk sumberdaya sistem, dikarenakan tiap mesin virtual terpisah dari mesin virtual yang lain.